Total Tayangan Halaman

Minggu, 12 September 2010

Activity Relation Chart ( ARC )
Keterangan :
Kode
Warna
Tingkat Kepentingan
A
E
I
U
O
X
Merah
Kuning
Hijau
Biru
Putih
Coklat
Nutlak Penting
Penting Tertentu
Penting
Biasa
Tidak Penting
Tidak Diinginkan
               




                                                                                                                                                                                                                   





























                                                                                                                                                                                                             


Keterangan :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Menggunakan catatan yang sama
Menggunakan personil yang sama
Menggunakan ruangan yang sama
Tingkat hubungan yang sama
Tingkat hubungan kerja yang sama
Urutan aliran kerja yang sama
Melakukan aliran kerja yang sama
Menggunakan peralatan dan fasilitas yang sama


                                                                                                                                                                                                                     

Jumat, 10 September 2010

Analisa dan perancangan kerja

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang
Jenjang pendidikan formal  di indonesia di mulai dari taman kanak-kanak.Masa pendidikan TK merupakan waktu yang tepat untuk membeerikan cara-cara yang baik dan benar tentang berbagai hal,antra lain:cara duduk yang benar saat membaca dan menulis.Perancangangan kursi dan meja belajar yang tepat serta sesuai dengan bentuk dan ukuran tubuh anak TK sangat penting.Rancangan kursi dan meja belajar yang sekarang ini di gunakan kurang memenuhi ukuran tubuh anak TK dan kurang memenuhi keamanan dan kenyamanannya.Anak-anak menjadi mudah lelah,sehingga  mengganggu konsentrasi belajar.
Sampai sejauh ini kondisi ergonomi terhadap salah satu kelompok masyarakat,yaitu anak-anak usia antara 4-6 tahun yang bersekolah di TK bisa di katakan belum terlalu besar.Padahal pada hakekatnya seluruh produk yang di peruntukan untuk anak pada usia tersebut harus memperhatikan faktor ergonomi yang cukup tinggi.
Sementara itu perkembangan kebutuhan akan pendidikan anak-anak usia 4-6 tahun sremakin meningkat seperti yang terjadi di TK Bina Anak Soleh.Hal ini  tentunya harus di imbangi dengan peningkatan dan perbaikan berbagai fasilitas-fasilaitas yang di perlukan.salah satu peningkatan dan perbaikan fasilitas yang dapat dilakukan adalah memperhatikan faktor keamanan dan kenyamanan fasilitas yang dikenakan yaitu kursi dan meja.
Dengan demikain dapat disimpulkan bahwa dalam perkemmbangan TK Bina Anak Soleh membutuhkan rancangan kursi dan meja yang sesuuai dengan antropometri anak-anak usia 4-6 tahun untuk mengantisipasi aktivitas anak-anak,memberikan rasa aman dan nyaman serta mencerminkan desaian yang ergonomis.Untuk menciptakan disain yang ergonomis diperlukan studi ergonomis yang mencakuo ukuran tubuh anak-anak usia 4-6 tahun serta dimensi pembuatan kursi dan meja.
1.2.  Rumusan Masalah
Dari belakang permasalahan yang telah diuaraikan diatas maka dapat dirumuskan suatu masalah sebagai berikut.Bagaimana cara merancang kursi dan meja yang ergonomis sehingga dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi murid TK.

1.3. Batasan Masalah
Bataasan yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.    Data antropometri yang digunanakan sesuai dengan ukuran dimensi tubuh anak-anak asia.
2.    Tidak memperhitungkan kapasitas ruangan.
3.    Perancangan kursi dan meja tidak membahas masalah kekuatan bahan.
4.    Peerancangan kursi dan meja tidak memperhitungkan masalah biaya
5.    Persentil di gunakan adalah 5%,50%,95%
1.4.  Asumsi-Asumsi
Adapun asumsi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1.    Keadaan tubuh anak-anak yang di ukur dalam kondisi normal
2.    Usia anak TK antara 4-6 tahun





BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1                        Analisa dan perancangan kerja
Walupun sekarang ini tampak terjadi pengembangan teknologi produk yang meningkat pesat,akan tetapi elemen manusia masih saja merupakan komponen-komponen kerja yang signifikan dalam sistem produk.Kemajuan teknologi  secara kongkrit membawa perubahan terhadap rancangan kerja (job design) dari yang bersifat manual menjadi mekanis (semi outometik) ataupun otomatis (full autometik).
Perancangan kerja (work design) bertujuan untuk menentukan metode terbaik dalam melaksanakan operasi-operasi kerja yang diiperlukan dalam proses produksi.Secara garis besar,maksud dan tujuan melakukan perancangan kerja (work design ataupun redesign) adalah untuk meningkatkan produktivitas dan peformansi kerja dari seluruh sistem produksi yang dicapai melalui:
·         Pengembangan tatacara kerja (work methods) lebih efektif dan efisien terutamam ditujukan  aktivitas operasional yang diperlukan dalm proses produksi.Disisi lain tentu saja harus dihindari  aktivitas operasional yang tidak bermanfaat,non produktif atau pun tidak terkait langsung dengann proses pemberian nilai tambah.
·        Pwngaturan kondisi lingkungan kerja yang baik ergonomis sehingga mampu memberikan kenyamanan arti fisik maupun sosial psikologik.




2.1.1  Analisa Kerja

  Studi tata cara penggunaan kerja pada dasarnya akan sangat tergantung dandipengaruhi oleh macam operasi yang berlangsung dalam sebuah sistem produksinya.Adanya berbagai macam operasi yang berbeda karakteristiknya tentu saja akan memerlukan cara analisiss yang berbeda pula.Doisini pendekatan yang direkomendasikan untuk setiap kasus yang dihadapi akann tergantung pada volume produksi,frekuensi pperubahan dalam spesifikasi produk yang dibuat atau dihasilkan,waktu yang tersedia untuk proses analisa dua faktor yang pertama volume dan macam produk (out put)merupakan dasar pertimbangan yang paling dominan di dalam pemeliharaan tipe proses produksi seperti yang lazim dikenal sebagai tipe flow shop,job shop dan project.
Pada tipe flow shop, proses produksi berlangsung secara terus menerus atau berulang-ulang,menghasilkan produk dalam jumlah besar (mass production) dengan macam atau spesifikasi produk sedikit dan standart dalam jangka waktu yang lama,serta siklus waktu produksi relatif singkat.Dalam kasus flow shop, analisa kerja akan dilakukan sedital mungkin pada setiap stasiun kerjatermasuk menganaalisa gerakan-gerakan manual ataupun mesin dalam skala mikro.
Untuk proses produksi yang mengikuti tipe jo shop, disini proses produksi dilakukan berdasrkan pada  produk pesanan yangspesifikasinya mengikuti emampuan konsumennya. Macam preoduk yang bisa dihasilkan umumnya fleksibel,tidak standart,dan berfariasi tetapi jumlah (volume)masing-masing produk yang dibuat relatif terbatas serta frekkuensi perubahan langkah-langkah operasionalnya akibtnya harus menyesuikan dengan spesifikasi produk yang dibuat seringkali harus dilakukan.


2.2.  Sistem Manusia-Mesin
Penyesuaian kerja pada manusia”berarti penyesuaian mesin dan lingkungan kerja terhadap manusia.Dalam banyak hal,teknologi baru telah menyiapkan mesin-mesin secara sepurna,untuk menggantikan kerja mannusia.akan tetapi,teknologi baru tersebut juga membawa suatu inetegrasi yang lebih baik antara manusia dan mesin,misalnya display digital dan grafik yang lebih mudah dipahami serta kontrol-kontrol yang membutuhkan lebih sedikit usaha pada sebelumnya.
Dalam sistem manusia-mesin terdapat dua interfase penting dimana ergonomilah yang memegang peranan penting didalamhubungan tersebut.Interfase pertama adalah display yang dapat menghubungkan kondisi mesin pada manusia,kemudian interfase yang kedua adalah kontrol,yang mana manusia dapat menyesuaikan respon dengan feedback yang diperoleh dari displey tadi.Jadi antara displey dan kontrol harus terdapat intraksi yang saling menyesuaikan.
Agar dapat memahami suatu displey,seorang manusia memerlukan:
a)    Kemampuan visual yang memadahi
b)    Penyajian informasi yang sesuai,termasuk juga ukuran,pencahayaan,pembedaan dan disain dari displey.
c)    Kreahlian manusia dan kemampuan yang dimiliki dalam upaya pemahaman tentang displey.
Disainer displey seharusnya memahami dengan baik karakteristik dan batasan daya lihat manusia.
Yang dimaksud dengan sistem manusia-mesin disini adalah kombinasi antara satu atau beberapa”mesin”dimana salah satu mesin dan lainnya saling berinteraksi untuk menghhasilkan keluaran-keluaran berdasrkan masukan-mmasukan yang diperoleh.
Kalau kita perhatikan lingkungan sekitar kita maka akan ditemukan obyek-obyek fisik buatan manusia seperti:kursi,meja,tempat tidur,ball point dan sebagainya.Kursi tempat duduk misalnya,mempunyai kegunaan yang istimewa bagi manusia apalagi perancangan memperhatikan sistemmanusia-kursi.Artinya ukuran-ukran dari kursi tersebut harus memperhatikan ukuran-ukuran manusia yang menggunakannya,dan bentuk atau tipe dari kursi harus memperhatikan tujuan pemakainnya.Jelas disini,bahwa untuk bisa merancang suatu sistem kerja yang baik,kita harus menyeimbangkan fungsi manusia sebagai pihak yang aktif dengan fungsi obyek yang di buat sebagai pihak yang pasif.

RODA GIGI

RODA GIGI

MACAM-MACAM RODA GIGI.
  Bentuk roda gigi ada bermacam bentuk disesuaikan dengan kebutuhan oleh sebab itu roda gigi di bagi  menjadi beberapa jenis. Dan dari banyak bagian dari roda gigi adalah luas penampang,dan salah satunya penampang melintang.Dan nama lain dari penampang dari roda gigi tersebut adalah  profil roda gigi.dan bentuk profil roda gigi ada beberapa macam:
1.      Evolvente
2.      Cycloid
1.PROFIL EVOLVENTE
Apabila suatu lengkungan terjadi apabila kita mengudar benang mengelilingi lingkaran.atua sama dengan diameter dalam suatu roda gigi.

2.PROFIL SIKLOID
Apabila suatu lengkungan yang di dapat dengan mengambil lintasan suatu titik pada lingkaran yang di gelindingkan pada suatu garis lurus.

3.PROFIL GIGI PADA BATANG BERGIGI
Profil batang bergigi berguna untuk pengukuran gigi seperti pada gambar:





Sebelum membuat roda gigi kita harus memperhitungkan aspek-aspek yang akan menjadi penghambat pengerjaan.danserta kita harus sudah mengetahui bahan apa yang akan kita pakai dan jenis bahanya.Dan juga Pembuatan roda gigi haruslah memperhatikan batas proporsinal atau kekutan dari roda gigi.Dan serta harus memperhitungkan keadaan lingkungan kerja serta material yang akan di pakai.
 Gambar:



TABEL TOLERANSI





Untuk menentukan ukuran gigi pada roda gigi ada bebera factor  yang harus di tinjau:
·         Kekuata gigi terhadap benturan
·         Kekuatan gigi terhadap tekanan
·         Pemeriksaan terhadap panas yang terjadi
Di samping yang di sebut diatas factor pengerjaan memang salah satu yang paling berperan penting,karena itu ketidaksempurnaan dapat menyebabkan getaran dalam tumbukan yang menyebabkan patah dan uas lebih cepat.serta pemilihan bahan yang tidak tepat juga menyebabkan kerusakan lebih cepat.
Dan di bawah ini adalah tiga bentuk kelas roda gigi untuk semua ukuran diameter yang bebas momen (gambar).
















PEMBUTAN KEPALA SKRUP DAN BAUT.

Pembuatan kepala skrup dan baut di sesuaikan dengan ukuran batang skrup dan baut itu.Dan apbila kita akan membuat kepala skrup dan baut kita harus menyesuaikan dengan ukuran standatr internasional.karena ukuran sudah kepala baut sudah ada ketentuannya.dan ukuran baut seperti ukuran pada table bawah ini:









Dan apabila kita ingin membuat ukuran dengan ukuran kita kekendak kita sendiri kita maka kita harus mendahulukan aspek kekuatan.



  • MACAM-MACAM  BENTUK KEPALA SKRUP DAN BAUT
Ada beberapa bentuk kepala skrup dan baut yang disesuaikan dengan kebutuhan ,bentuk kepala skrup dan baut juga menentukan kekuatan dari baut atau skrup itu sendiri.oleh sebab itu kita juga harus memperhitunngkan bentuk kepala baut selain itu kekuatan kepala juga di tentukan juga oleh kekuatan dari bahan yang di pakai.
Di bawah ini adalah macam-macam bentuk kepala skrup dan baut yang standatr internasional:
   


                                                                                   








Selain bentuk-bentuk kepala di atas ada juga yang lain yaitu model ring atau model gelang,dan model ini  biasannya di gunakan untuk alat penghubung atau pengait untuk mesin-mesin seperti dynamo.dan bentuk kepala seperti ini membutuhkan kekutan bahan yang lebih besar.Karena model ini gi gunakan untuk kebutuhan yang sangat berat.(Gambar):




























KET:
  1. Di gunakan untuk kekuatan menengah kebawah
  2. Di gunakan untuk kekuatan menengah keatas







Di bawah ini adalah table untuk perbandingan standart untuk kepala dan batang  skrup dan baut.Karena setiap ukuran memiliki bentuk dan model sendiri  olleh karena itu apabila kita akan membuatnya haruslah melahat table atau ukuran standartnya.(TABEL);



















Selain ukuran diameter yang kita perhatikan dalam pembuatan baut dan skrup kita juga harus memperhatikan sudut kepala baut dan skrup.Karena sudut juga menentukan kekuatan dari baut dan skrup.Karena setiap bentuk kepala skrup dan baut memiliki sudut yang berbeda.(Gambar)






























ELEMEN MESIN

Bentuk pasangan skrup dan baut,serta fungsi pengunaan dalam indusrti.bentuk pasangan skrup di tentukan sesuai dengan penggunaannya.oleh karena itu bentuk pasanngannya mempunyai berbagai macam bentuk.Di samping itu pasangan baut dan skrup juga harus memperhatikan system keefisiensinya karena apabila bentuk pasangan tidak sesuai dengan material yang akan di pasangkan maka kekuatan juga akan bias berkurang.Oleh karena itu sebelum kita membuat pasangan sebaiknya kita harus meghitung keefisiensinya terlebih dahula.Di bawah ini gambar macam pasangan skrup dan baut yang sesuai dengan fungsinya.
(GAMBAR PASANGAN SKRUP DAN BAUT)











Apabila kita sudah memenuhi semua aspek yang sudah di tentukan kemungkinan besar sapek keselamatan juga terselesaikan.Dan apabila kita belum dan tidak memperhitungkan aspek keselamatan maka benda keerja atau mesin kita akan cepat aus atau rusak.









STANDART MATERIAL KEPALA  BAUT
Pemuatan kepala baut seharusnya melihat sesuai kebutuhannya,maka dari itu harus sesuai dari pemilihan material yang akan di gunakan.di bawah ini tabel kekuatan bahan dan model bentuk kepala baut,









Apabila kita tidak memperhitungkan kekuatan bahan maka baut akan cepat aus atau rusak.Seperti gambar di bawah ini adalah akibat dari pemilhan yang kurang tepat kepala baut rysak atau ppenyok karena terkena tekanan yang sama atau lebih besar dari kekutan bahan baut.maka dalam pemilihan bahan kita tidak sembarangan .
(GAMBAR)






SISTEM HIDROLIK
Hidrolil adalah peralatan yang di gunakan untuk mentransmisikan gaya atau beban yang berat menjadi lebih ringan.sistem hidrolik ini sering diguakan untuk timbangan,suspensi mobil dan motor.Dan model system hidrolik ini sangat banyak macamnya,seperti menggunakan tekanan  fungsi angin,perbandingan per dan juga menggunakan tekanan minyak dan angina.














Dan di bawah ini adalah stuktur atau gambar system hiddrolik dengan menggunakan tekanan angina, perbandingan per da dengan menggunakan piston.























Sistem hidrolik model ini menggunakan kekuatan tekanan angin yang di hasilkan oleh gerakan piston  dan stang penggerak.Sistem model ini lebih dikenal dengan nama system peneomatik.apbabila yang di sebut sebagai system hidrolik biasanya mengunakan cara kerja mengandalkan perbandingan tekanan oil dan angin.Tetapi kedua alat ini mempunyai fungsi yang sama hanya berbeda dalam pengunaannya saja.Apabila system hidrolik yang menggunakan perbandingan oil dan angin ini di gunakan untuk mengangkat beban berat tetapi dengan waktu yang lebih sebentar,tetapi system hidrolik yang menggunakan perbandingan per system ini di biasnya digunakan untuk mengangkat dan sekaligus menahan benda kerja untuk di tempatkan di tempat yang lebih tinggi.





















CHAIN DRIVES
Adalah alat penggerak antara roda gigi pembanding.alat ini banyak dipilih karena alat ini sangat sedikit menimbulkan slip.Tetapi alat ini juga mimilki sisi jelek yaitu alat ini menimbulkan suara bising.Alat transmisi ini banyak di pilih karena alat ini mampu menahan beban yang  sangat besar.



















(GAMBAR KONSTRUKSI CHAIN)
Alat ini biasanya di gunakan untuk trasmisi di motor dan juga pada dynamo-dinamo pada industri.






















Dan cara menghitung panjang chain yang di dunakan adalah: